Menu Tutup

Cara Membedakan Fakta Dan Opini Dalam Teks Editorial

Apa perbedaan fakta dan opini dalam teks editorial?

Membedakan fakta dan opini dibutuhkan pemahaman dan ketelitian dalam menyerap informasi yang telah dibaca maupun didengar. Setiap orang tentu sudah mengetahui perbedaan antara fakta dan opini. Namun, kebanyakan orang masih kesulitan dalam membedakannya. Sesuai dengan namanya, fakta merupakan sesuatu yang telah teruji kebenarannya, sedangkan opini merupakan suatu pendapat atau gagasan yang muncul dari pemikiran seseorang. Pada umumnya persamaan fakta dan opini dilihat dari informasi yang berdasarkan pada sebuah peristiwa yang sedang populer atau hits dikalangan masyarakat. Hal tersebut akan menyulitkan seseorang dalam membedakan fakta dan opini dari informasi yang didapat. Dalam sebuah tajuk rencana atau biasa disebut dengan teks editorial, untuk membedakan fakta dan opini dalam teks editorial dibutuhkan suatu ketelitian. Yuk simak lebih lanjut mengenai cara membedakan fakta dan opini dalam teks editorial.

Pengertian teks editorial

Sebelum membahas lebh jauh tentang cara membedakan fakta dan opini dalam teks editorial, lebih baiknya ketahui dulu apa itu teks editorial. Teks editorial sama dengan teks opini yang biasa disebut dengan tajuk rencana. Dalam media massa biasanya editorial atau tajuk rencana dalam surat kabar maupun majalah berisi tentang tanggapan suatu media tentang peristiwa. Dimana tanggapan tersebut bisa berupa pujian, dukungan, kritikan atau bahkan cemohan.

Perlu kita ketahui bahwa editorial akan selalu menyertai suatu berita yang ada dalam surat kabar maupun majalah. Siapa yang menulis editorial? Tentu bukan masyarakat ya yang menulinya, namun editorial ditulis oleh redaktur suatu media massa. Biasanya, editorial berisi tentang masalah-masalah yang sedang terjadi atau sedang menjadi sorotan masyarakat.

Fakta dan opini dalam teks editorial

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, editorial atau tajuk rencana berisi tentang pendapat-pendapat ataupun opini. Pendapat-pendapat tersebut merupakan tanggapan dari sebuah peristiwa atau fakta yang terjadi dan hal inilah yang menjadi sorotan penting bagi media massa. Sehingga di dalam tajuk rencana atau teks editorial selalu berisi fakta dan opini. Untuk membedakan antara fakta dan opini dalam sebuah teks editorial dibutuhkan keintensifan dalam membaca. Jika seseorang membaca secara intensif tentu akan dapat menemukan fakta dan opini dalam teks tersebut. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa, fakta merupakan suatu hal, keadaan, dan persitiwa yang nyata dan benar-benar terjadi. Sedangkan opini merupakan suatu pendapat, penilaian, dan gagasan dari pemikiran seseorang.

Opini-opini yang terdapat dalam teks editorial menyoroti hal-hal seperti:

  • Penilaian positif dan negatif dari sebuah masalah yangs edang dikupas
  • Berisi tentang harapan redaktur ataupun harapan masyarakat secara luas
  • Berisi tentang pendapat redaksi yang menyoroti pendapat atau kebijakan dari tokoh penting yang berkaitan dengan masalah yang dibahas, baik itu setuju maupun tidak setuju.

Cara membedakan fakta dan opini dalam teks editorial

Fakta dan opini dalam sebuah teks editorial dapat dilakukan dengan cara membaca secara intensif. Kegiatan membaca intensif merupakan suatu kegiatan yang menelaah suatu bacaan. Teks editorial bersifat fakta dan opini, yang mana jika kita membacanya maka akan sangat bermanfaat untuk membuka wawasan kita terhadap masalah yang sedang menonjol atau hits di masyarakat. Supaya tidak terkecoh antara fakta dan opini, maka dalam membaca dibutuhkan hal-hal seperti:

  • Kemampuan dalam menangkap informasi dalam bacaan
  • Kemampuan dalam memahami kosakata dan mampu mengembangkannya dalam bahasa yang baik secara tertulis maupun lisan
  • Kemampuan dalam membuat simpulan dari apa yang telah dibaca
  • Kemampuan dalam memberikan tanggapan atas informasi yang diperoleh
  • Kemampuan dalam mengungkapkan kembali atau menceritakan kepada orang mengenai informasi yang diperoleh dengan gaya bahasa sendiri.

Contoh fakta dan opini

Kalimat fakta

  1. Gunung Fuji berada di Jepang.
  2. BPUPKI dibubarkan Jepang pada tanggal 7 Agustus 1945.
  3. Presiden Indonesia ke tujuh adalah Joko Widodo.

Kalimat opini

  1. Tinggal di daerah pegunungan sangat aman.
  2. Bekerja sebagai tukang batu itu tidak mudah.
  3. Jakarta terasa sangat panas dan banyak polusi udara.

Demikian penjelasan mengenai cara membedakan fakta dan opini dalam teks editorial. Apakah sama dengan cara membedakan fakta dan opini dalam teks eksposisi? Dalam teks eksposisi yang berisi informasi yang dimuat secara singkat dan padat dibutuhkan keintensifan dalam membaca supaya dapat membedakan antara fakta dan opini. Kata kunci untuk membedakan fakta dan opini jika dilihat dari struktur kalimatnya, biasanya fakta lebih cenderung tentang suatu kejadian yang sudah dipastikan kebenarannya. Sedangkan opini biasanya berisi pendapat yang berupa usul, saran, dan nasihat.

Pelajari lebih mendalam mengenai fakta dan opini di bimbel Nusa Caraka aja, banyak manfaat dan keuntungan yang bisa kamu dapat. Mulai dari biaya yang terjangkau, fasilitas yang lengkap, dan belajar bareng tentor kece.  

Lusiani Monalisa

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *