Menu Tutup

Hukum Permintaan Dan Penawaran Dalam Ekonomi

Apa bunyi hukum permintaan dan penawaran? Yuk simak

Hukum permintaan dan penawaran – Dalam dunia ekonomi istilah permintaan dan penawaran bukan menjadi suatu hal yang asing lagi. Bahkan selalu kita temui ketika melakukan aktivitas ataupun kegiatan yang berhubungan dengan ekonomi. Mulai dari kegiatan transaksi jual beli yang terjadi di pasar dan kegiatan ekspor dan impor. Tak bisa dipungkiri bahwa setiap transaksi perdagangan dalam ekonomi pasti terdapat suatu permintaan (demand), penawaran (supply), harga dan kualitas suatu barang atau jasa yang saling berpengaruh satu sama lainnya. Hal tersebut menjadi konsep dasar hukum permintaan dan penawaran, dimana permintaan dan penawaran akan saling bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan jumlah suatu barang (kuantitas). Berikut penjelasan detail mengenai hukum permintaan dan penawaran dalam ekonomi.

Hukum permintaan

Permintaan merupakan suatu istilah yang dapat diartikan sebagai suatu jumlah barang atau jasa yang dibeli atau diminta oleh konsumen kepada distributor dengan tingkat harga dan waktu tertentu sesiaui dengan kesepakatan yang terjadi diantara keduanya. Bunyi hukum permintaan adalah “Jika harga barang mengalami kenaikan, maka jumlah permintaan barang akan menurun. Sebaliknya, jika harga barang menurun maka permintaan barang akan mengalami kenaikan.” Contoh hukum permintaan yakni saat lebaran ada promo diskon kue lebaran sebesar 30%, maka hal tersebut akan mempengaruhi tingkat permintaan kue lebaran mengalami peningkatan.

Jenis –jenis permintaan

Jenis-jenis permintaan dibagi menjadi dua macam, yaitu berdasarkan daya beli dan berdasarkan jumlah yang melakukan transaksi. Berikut penjelasannya:

  1. Berdasarkan pada daya beli
  • Permintaan efektif, yaitu permintaan terhadap suatu barang atau jasa yang disertai daya beli. Dapat diartikan bahwa pada jenis permintaan ini, seorang konsumen benar-benar membutuhkan barang itu dan ia pun mampu untuk membayarnya.
  • Permintaan absolut, yaitu permintaan terhadap suatu barang atau jasa yang tidak disertai daya beli. Dapat disimpulkan bahwa, seorang konsumen tidak mempunyai uang atau tidak mempu untuk membeli barang yang diinginkannya. Misalnya, Fauzan ingin membeli sepasang sepatu bola, namun uang yang dimiliki Fauzan tidak cukup untuk membeli sepatu bola, sehingga keinginan Fauzan untuk membeli sepatu bola tidak dapat terpenuhi.
  • Permintaan potensial, yaitu permintaan terhadap suatu barang atau jasa yang disertai daya beli namun konsumen masih mempertimbangkan transaksinya. Misalnya, Pak Banu mempunyai uang yang cukup untuk membeli televisi, tetapi beliau belum memiliki keinginan untuk membeli televisi tersebut.
  1. Berdasarkan pada jumlah dalam melakukan transaksi
  • Permintaan individu, yaitu permintaan terhadap suatu barang atau jasa guna untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Misalnya, ibu membeli ikan dan telur di pasar untuk makan siang bersama keluarganya.
  • Permintaan kelompok, yaitu permintaan terhadap suatu barang atau jasa dari sekelompok masyarakat yang terjadi secara bersamaan.

Hukum penawaran

Penawaran merupakan suatu kesediaan penjual untuk menjual produk atau barang yang diminta oleh pembeli dengan harga yang sesuai dan waktu tertentu. Bunyi dari hukum penawaran adalah “Jika harga suatu barang mengalami peningkatan, maka barang yang akan ditawarkan semakin banyak. Sebaliknya jika harga suatu barang rendah, maka barang yang akan ditawarkan semakin sedikit.” Contohnya, di hari menjelang Hari raya Idul Fitri, minat masyarakat dalam membeli sirup menurun begitu juga dengan harganya yang mengalami penurunan, sehingga produsen tidak akan mengurangi intensitas penawaran supaya tidak mengalami kerugian.

Jenis-jenis penawaran

Jenis-jenis penawaran dibagi menjadi dua macam, yaitu penawaran individu dan penawaran pasar. Berikut penjelasannya:

  1. Penawaran individu yaitu jumlah barang atau jasa yang ditawarkan oleh penjual atau produsen pada jangka waktu, tempat, dan tingkat harga tertentu.
  2. Penawaran pasar yaitu jumlah barang atau jasa yang ditawarkan oleh sekelompok penjual atau produsen pada waktu, tempat, dan tingkat harga tertentu.

Fungsi permintaan dan penawaran

Faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran adalah adanya perbedaan tingkat pendapatan masyarakat, selera penduduk, harga barang, dan beberapa faktor lainnya yang berhubungan dengan sosial dan politik. Adapun fungsi permintaan dan penawaran  dapat dilihat dari rumus berikut:

1.Bentuk fungsi permintaan

Keterangan:

Q = jumlah barang yang diminta

P = harga barang per unit

a = angka konstanta

b = gradien atau kemiringan

2. Bentuk fungsi penawaran

Keterangan:

Q = jumlah barang yang diminta

P = harga barang per unit

a = angka konstanta

b = gradien atau kemiringan

Masih sering mengalami kesulitan dalam memahami materi hukum permintaan dan penawaran? Mau solusi yang tepat? Yuk belajar di bimbingan belajar Nusa Caraka. Bimbingan belajar yang murah dan berkualitas akan membantu kalian dalam meningkatkan prestasi. Masalah biaya tak menjadi masalah, karena biaya bisa dicicil. Belajar bersama mentor yang berpengalaman akan menambah semangat dalam belajar.

Lusiani Monalisa

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *