Menu Tutup

Besaran Pokok Dan Turunan beserta penjelasan lengkap

Belajar fisika tentang besaran pokok dan turunan

Pernahkah kalian mengukur panjang suatu benda? Jika pernah berarti kalian sudah mempelajari besaran pokok dan turunan. Apa alat yang kamu gunakan? Sewaktu duduk di bangku sekolah dasar kita pernah diajarkan oleh guru kita untuk mengukur benda dengan satuan centimeter dengan menggunakan alat ukur penggaris yang panjangnya 30cm. Semakin menginjak ke jenjang SMP tentu semakin luas materi yang kita dapat. Sebelum mempelajari materi IPA lebih tepatnya fisika tentang apa itu besaran pokok dan besaran turunan, kita akan membahas terlebih dahulu tentang besaran dan satuan. Dalam fisika mengukur setiap besaran tentunya menggunakan satuannya masing-masing. Satuan merupakan nama atau istilah yang diberikan untuk mengukur besaran tersebut. Contohnya second satuannya “s” untuk waktu. Berdasarkan dari satuan inilah besaran dapat diklasifikasikan dalam dua bagian, yaitu besaran pokok dan besaran turunan.

Besaran pokok dan penjelasannya

Besaran pokok adalah segala sesuatu yang dapat diukur menggunakan alat ukur, kemudian dinyatakan dengan nilai dan satuan. Satuan disini merupakan segala sesuatu yang berfungsi sebagai pembanding pada suatu besaran. Dalam besaran pokok satuan yang digunakan didefinisikan terlebih dahulu dan tidak dapat dijabarkan dari besaran lain. Untuk syarat satuan standart yaitu bersifat internasional, bersifat tetap, dan mudah ditiru.  Berikut terdapat tujuh besaran pokok dan alat ukurnya dalam fisika, antara lain adalah:

  1. Panjang (I)

Besaran pokok yang pertama yaitu Panjang, yang memiliki besaran satuan meter atau biasa ditulis dengan lambang satuan m. Satu meter merupakan panjang lintasan yang ditempuh oleh cahaya pada ruang vakum dalam selang waktu 1/ 299 792 458 second. Untuk keperluan dalam kehidupan sehari-hari dibuatlah alat-alat pengukur panjang tiruan dari meter standar seperti penggaris mika yang biasa digunakan oleh anak sekolah. Alat ukur yang digunakan adalah mistar/penggaris.

  1. Massa (m)

Setiap benda yang tersusun merupakan materi dan jumlah materi yang terkandung dalam suatu benda disebut massa benda. Massa memiliki satuan besaran kilogram dan biasanya ditulis dengan lambang satuan kg. Satu kilogram merupakan massa sebuah silinder platinumiridium yang memiliki tinggi dan diameter 3,9 cm. Alat ukur yang digunakan adalah neraca/timbangan.

  1. Waktu (t)

Waktu merupakan selang antara dua kejadian ataupun dua peristiwa. Misalnya saja waktu hidup seseorang dimulai dari sejak ia dilahirkan sampai meninggal dunia, waktu perjalanan diukur mulai dari bergerak sampai dengan akhir gerak tersebut (berhenti). Satuan SI untuk waktu dinyatakan dalam detik atau second (s). Alat ukur yang digunakan adalah stopwatch.

  1. Kuat arus (I)

Ampere dalam fisika dilambangkan dengan “A”. Nama ini diambil dari nama penemu elektromagnetisme dari perancis yaitu “Andre Marie Ampere”. Satu ampere ialah suatu arus listrik yang mengalir dari kutub positif ke kutub negatif. Sehingga diantara dua penghantar lurus dengan panjang tak terhingga, dengan penampang yang dapat diabaikan dan ditempatkan terpisah dengan jarak satu meter dalam vakum sehingga menghasilkan gaya sebesar 2 x 10-7  newton per meter. Alat ukur yang digunakan adalah Ampere meter.

  1. Temperatur (T)

Suhu atau temperatur dilambangkan dengan satuan Kelvin. Satuan untuk skala Kelvin dilambangkan dengan “K”. Satuan kelvin didefinisikan oleh dua fakta, yaitu nol kelvin adalah nol absolut dan satu kelvin adalah pecahan 1/ 273,16 dari suhu termodinamik triple point air (0,01⁰C). Alat ukur yang digunakan adalah Thermometer.

  1. Intensitas cahaya (In)

Intensitas cahaya merupakan besaran pokok dalam fisika untuk mengukur daya yang dipancarkan oleh suatu sumber cahaya pada arah tertentu per satuan sudut. Intensitas cahaya memiliki satuan SI Candela (Cd). Alat ukur yang digunakan adalah fotometer.

  1. Jumlah zat

Jumlah zat satuan SI nya adalah Mol yang berasal dari bahasa Jerman yang artinya adalah molekul.

Besaran turunan dan penjelasannya

Tahukah kamu pengertian besaran turunan? Besaran turunan merupakan besaran yang satuannya diperoleh dari besaran pokok. Contoh besaran turunan, volume memiliki satuan m3 yang didapat dari meter x meter x meter. Meter sendiri adalah satuan panjang yang merupakan salah satu dari besaran pokok. Coba perhatikan tabel besaran turunan, rumus besaran turunan, beserta satuan besaran turunan sebagai berikut ini!

No Besaran Satuan Rumus
1 Volume m3 V = p x l x t
2 Luas m2 L = p x l
3 Kelajuan m/s v = s/t
4 Gaya Newton atau kg m/s2 F = m x a
5 Massa jenis Kg (m3) p = m / V

Mudahnya belajar IPA apalagi belajarnya di bimbel murah dan berkualitas tentu belajar akan lebih semangat seperti belajar di bimbel Nusa Caraka, kemudahan belajar di dapat dan kesulitan belajar dapat teratasi dengan mudah.

Lusiani Monalisa

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *