Menu Tutup

Pengertian Besaran Pokok Dan Besaran Turunan Dan Alat Ukurnya

Mempelajari Besaran pokok dan besaran turunan

Pernah mendengar istilah besaran pokok dan besaran turunan? Hanya sekedar mendengar atau sudah paham maksudnya? Yang sudah belajar IPA atau fisika tentu sudah paham ya bahkan bukan merupakan suatu hal yang asing lagi ditelinga kalian. Ingat tidak? Ketika kamu masih kecil melihat mistar atau penggaris, apa yang ada dipikiran kalian? Pasti dalam benak kalian bertanya-tanya “ini alat untuk apa sih?” semakin bertambah usia tentu kamu paham mengapa diciptakan sebuah penggaris. Dulu kalau melihat penggaris rasanya ingin ngukur semua benda ya, mulai dari panjang buku, meja, pensil, bahkan rambut pun juga bisa diukur dengan penggaris. Sadar atau tidak sadar kamu sudah mengenal besaran pokok loh. Dari panjang suatu benda tersebut tentu disertai dengan sebuah satuan di belakang angka. Dalam dunia fisika besaran dibedakan menjadi dua macam, yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Pasangan besaran pokok dan besaran turunan beserta satuannya yang benar adalah sebagai berikut, yuk simak!

Besaran pokok dan satuannya

Tahukah kamu perbedaan besaran pokok dan besaran turunan? Jika besaran pokok bisa berdiri sendiri, maka besaran yang terdiri dari gabungan beberapa besaran pokok dinamakan besaran turunan. Jadi pengertian dari besaran pokok adalah besaran yang digunakan sebagai dasar menetapkan besaran yang lainnya. Sebagai contoh, besaran turunan volume dengan satuan dari volume adalah meter kubik (m3). Artinya, volume merupakan gabungan beberapa satuan yang menggunakan satuan meter yang merupakan satuan besaran pokok dari panjang. Berikut ini adalah beberapa macam besaran satuan, antara lain:

  1. Panjang ialah jarak antara dua titik di dalam suatu ruang. Satuan SI besaran panjang dinyatakan dalam meter (m). Satu meter sama dengan jarak yang ditempuh cahaya dalam suatu ruang hampa selama 1 / 299.792.458 sekon. Alat yang digunakan untuk mengukur besaran panjang adalah mistar, stikmeter (meter gulungan), jangka sorong, dan mikrometer skrup.
  2. Massa ialah banyak zat yang dikandung dalam benda tersebut. Massa dinyatakan dalam satuan SI kilogram (kg). Sering kali kita menggunakan istilah berat dalam kehidupan sehari-hari, misalnya berat badan Dina 55kg, berat jeruk 10kg, dan lain-lain. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran massa adalah neraca. Neraca terbagi menjadi beberapa jenis diantaranya neraca duduk, neraca elektronik, dan juga neraca lengan.
  3. Waktu menggunakan satuan standar second atau detik. Alat ukur yang digunakan adalah arloji dan stopwatch. Satu sekon sama dengan selang waktu yang diperlukan oleh atom cesium-133 untuk melakukan getaran sebanyak 9.192.631.770 kali.
  4. Suhu ialah derajat panas dinginnya suatu benda yang menggunakan satuan standar kelvin. Alat ukur yang biasanya digunakan adalah termometer.
  5. Kuat arus listrik dinyatakan dalam satuan standar Ampere (A). Nama Ampere diambil dari nama penemu elektromagnetisme yang berasal dari Perancis yaitu “Andre Marie Ampere”. Alat ukur yang biasa digunakan adalah ampere meter.
  6. Intensitas cahaya dinyatakan dalam satuan SI kandela (Cd) yang berarti besaran pokok fisika untuk mengukur daya yang dipancarkan oleh suatu sumber cahaya pada arah tertentu per satuan sudutnya.
  7. Jumlah zat memiliki satuan SI yaitu Mol diambil dari bahasa jerman yang berarti molekul.

Besaran turunan dan satuannya

Besaran turunan merupakan besaran yang satuannya diturunkan dari besaran-besaran pokok penyusunnya. Perhatikan tabel besaran turunan beserta satuan besaran turunan di bawah ini:

No Besaran Turunan Diturunkan dari besaran pokok Satuan
1 Luas Panjang m2
2 Volume Panjang m3
3 Kecepatan Panjang, waktu ms-1
4 Percepatan Panjang, waktu ms-2
5 Massa jenis Massa, panjang kgm-3
6 Gaya Massa, panjang, waktu kgms-2 (newton)

Contoh soal besaran pokok dan besaran turunan bisa kalian lihat di website untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan kalian dalam mengerjakan soal beserta pengaplikasiannya ke dalam rumus besaran pokok dan besaran turunan. Kiat-kiat dalam berlatih mengerjakan soal ya supaya lebih mudah menghadapi segala bentuk soal yang keluar dalam ulangan ataupun ujian. Sulit menyelesaikan soal fisika? Yuk selesaikan permasalahanmu di bimbingan belajar Nusa Caraka! Solusinya belajar mudah dan strategi pemecahan masalah dalam belajar.

Lusiani Monalisa

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *