Artikel

KONSULTASI PR: KEBUTUHAN ATAU PAKSAAN?

Nggak Cuma Jodoh, ngerjain PR juga butuh konsultasi. Yuk Konsultasi PR!

Konsultasi PR emang sudah jadi kebutuhan. Ada ato nggak ada PR, belajar emang harus. Kalo nggak ada PR nggak pada belajar, kalo kebanyakan PR jadinya pada stress. Jadi, harusnya ada PR atau enggak nih? Mengerjakan PR di rumah kadang juga nggak bisa. Butuh pembimbing yang bisa bantu jelasin lagi, atau setidaknya temen yang udah paham bener. Pekerjaan Rumah untuk siswa bukan hukuman, hanya memastikan siswa belajar di rumah.

Siswa Tidak Perlu PR. Selesaikan Saja di Sekolah!

Selesaikan di Sekolah
Selesaikan di Sekolah

Pendidikan di Indonesia masih penuh dengan kontroversi dan polemik yang nggak abis-abis. Mulai dari sistem pendidikan, kurikulum, kualitas pendidik sampai dengan sarana prasarana sekolah. Kualitas pendidikan dari sabang sampai merauke masih belum merata. Dari segi sarana prasarana masih banyak daerah di Indonesia yang belum punya sarana prasarana layak. Belum lagi sumber daya manusia pendidik yang jauh dari standar nasional. Meski sudah diamanatkan undang undang 20%, tetap saja belum merata. Pendidikan jadi masalah yang nggak ada habisnya. Sumber daya paling berharga bagi suatu negara bukan pada sumber daya alam, tapi sumber daya manusia. membangun sumber daya manusia dari mana lagi kalau bukan dari pendidikan?

Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita. Dari membuat inovasi kurikulum, program-program pemerataan sumber daya manusia pendidikan, maupun pemerataan pembangunan sarana-prasarana sekolah. Inovasi kurikulum terus dilakukan, tuntutan terhadap peserta didik maupun pendidik ikut meningkat sesuai amanat kurikulum. Semakin hari pelajaran di sekolah semakin sulit. Hal ini tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas pendidik. Kurikulum itu benda mati, yang bisa dibuat begitu saja. Berbeda dengan guru atau pendidik, tidak bisa serta merta bisa mengikuti apa yang kurikulum mau. Butuh ditatar, butuh dilatih dan butuh untuk dievaluasi. Skill guru belum mumpuni, tuntutan siswa tetap semakin tinggi. Siswa panik tingkat tinggi, mencari tambahan kesana kemari.

Guru juga sadar betul, bahwa waktu belajar di sekolah memang tidak cukup membuat siswa bisa benar-benar mengerti. Memberi PR untuk dikerjakan dirumah dianggap solusi untuk “memaksa” siswa mau belajar lagi. Karena belum paham benar, mengerjakan PR jadi permasalahan tersendiri bagi siswa. Kebutuhan konsultasi PR tidak bisa dihindari lagi. Siswa memang tidak perlu PR, siswa hanya perlu sesuatu yang dikerjakan di rumah. Siswa tidak butuh pekerjaan rumah, siswa hanya perlu tugas untuk diselesaikan di rumah.

Banyak PR, Siswa Makin Pinter?

Konsultasi PR
Konsultasi PR

Nggak semua siswa bisa langsung paham semua pelajaran hanya dengan penjelasan di sekolah. Mau nanya sama guru di kelas, malu sama temen. Tanya sama temen yang udah ngerti malah makin nggak ngerti. Bukan masalah guru yang nggak bisa menjelaskan, tapi karena siswa punya kebutuhan yang beragam. Tidak semua siswa bisa cocok dengan cara mengajar guru. Itulah kenapa, belajar di sekolah jadi nggak cukup. Memberi PR bukan hanya untuk penilaian, memberi PR jadi antisipasi supaya siswa mau belajar mandiri. Karena nggak semua bisa mandiri, jadi siswa butuh konsultasi.

Idealnya sih cukup belajar di sekolah. Tapi kalo belum ngerti, mau nggak mau belajar lagi. Siswa juga butuh sosialisasi. Tidak hanya tentang nilai tapi juga perlu melatih kualitas diri. Tentu bukan suatu hal yang diharapkan apabila siswa terbentuk menjadi manusia yang hanya memperbaiki nilai yang diukur dengan angka-angka. Tanpa mengerti, usahanya untuk apa.

Banyak PR Bikin Stress

Stress
Stress

Mata pelajaran di sekolah bukan sedikit, tapi bermacam-macam. Dari bahasa sampai matematika. Dari sosiologi sampai kimia, baik IPS maupun IPA. Semua guru ngasih PR tidak terkira. Dikerjakan sampai jam lima tak kunjung selesai juga. Siswa pusing tiada tara, bukan makin pinter malah jadi stress jadinya.

Tidak lah mengapa siswa diberi PR, karena ini penting untuk memastikan siswa belajar. Memberi PR perlu diatur sedemikian rupa, agar tidak menjadi beban. Tujuan guru memberi PR tentu perlu direncanakan dalam perangkat pembelajaran yang disiapkannya. Memberi PR bukan memberi hukuman bagi siswa. Memberi PR adalah kebijaksanaan guru sepenuhnya. Jangan jadikan PR menjadi beban, jadikan PR sebagai media penyemangat belajar.

Ngerjain PR Sama Temen

With Friend
With Friend

Kalo nggak bisa ngerjain PR, siapa yang ngajarin? Guru kan cuma ketemu di sekolah. Ketemu guru Cuma di sekolah, kalo ngerjain PR nggak semua bisa ngerti dengan cara otodidak. Siswa butuh konsultasi PR. Konsultan PR bisa siapa saja, orang tua, kakak, tetangga atau yang lainnya.

Kebutuhan konsultasi PR sudah menjadi keniscayaan. Nusa Caraka memhami benar persoalan ini. Konsultasi PR tidak bisa dibatasi pertemuan yang nggak tiap hari dalam seminggu. Konsultasi PR harus setiap hari, karena PR datang silih berganti. Zaman sudah modern, konsultasi PR bisa via WA, atau Line. Siswa bisa mengakses tentor kapan saja. Belajar bareng tentor nggak melulu ketemu di kantor. Dari pada stress sendiri yang ada malah nggak ngerti.

Konsultasi PR yuk Sama Nusa Caraka

Bersama Belajar
Bersama Belajar

Hubungan pengajar dengan siswa sudah seperti orang tua dengan anak. Bukan hanya tentang transfer of knowledge  tapi juga tentang mendidik. Bukan hanya mentrasfer informasi, tetapi juga transfer nilai.

Pengajar di Nusa Caraka sudah jadi temen buat siswa. Nggak Cuma keluh kesah mengenai sekolah, tapi juga segala galau karena dikau. Seventh Eduacation membekali pengajar dengan bekal-bekal dasar pengajaran. Selain itu, Nusa Caraka memastikan semua pengajarnya bisa berhubungan baik dengan siswa.

Konsultasi PR bisa setiap hari. Bisa di sekolah atau di rumah. Bisa di bimbel atau di manapun. Bimbingan PR ya, bukan bantu ngerjain PRnya. Seventh education membantu siswa untuk belajar. bukan membantu mendapat nilai sempurna. Seventh education : Education for Everyone.

(Ahmad Dziaaul Islam)

2 thoughts on “KONSULTASI PR: KEBUTUHAN ATAU PAKSAAN?

  1. Terimakasih SE.. PR yang biasanya aku kerjain sks (sistem kebut sejam), kini ada fasilitator dari SE yang sangat membantu PR saya. Ada juga grup belajar nya jadi fleksibel bisa kapanpun & dimanapun aku bisa konsultasi PR nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *